Pengertian Puasa Pati Geni, Tata Cara, dan Khasiatnya

Pengertian Puasa Pati Geni, Tata Cara, dan Khasiatnya
Daftar Isi Artikel
Abiabiz.com - Penjelasan puasa pati geni, tata cara dan khasiatnya. Sebelumnya kita sudah banyak sekali membahas jenis-jenis puasa kejawen yang merupakan tirakat ritual untuk mendapatkan ilmu kebatinan.

puasa pati geni

Beberapa diantaranya dilaksakanan dengan sangat sulit dan membutuhkan ketahanan fisik luar biasa seperti puasa ngidang, puasa ngasrep, dan puasa kungkum. Untuk yang akan kita bahas di sini juga termasuk jenis tirakat puasa adat Jawa yang cukup berat untuk dijalani.

Namun bukan berat dari segi fisik karena harus melakukan sesuatu hal, melainkan berat dari segi batin di mana kita harus menyiapkan mental yang kuat agar bisa menahan hawa nafsu dan godaan. Puasa yang dimaksud adalah puasa pati geni.

Pengertian dan Tata Cara Puasa Pati Geni

Pati geni terdiri dari dua kata yakni pati yang artinya memadamkan dan geni yang berarti api. Memadamkan api yang dimaksud pada tirakat patigeni artinya adalah menahan hawa nafsu karena orang-orang Jawa suka menyimbolkan kekuatan nafsu sebagai api yang membara.

Sesuai penjelasan di atas, puasa pati geni dilakukan untuk mematikan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita. Sehingga diharapkan kita akan terbiasa dan tidak mudah terpengaruh dengan godaan lawan jenis meski setampan atau secantik apapun mereka. Jadi, jangan ada yang salah pengertian lagi dengan mengira patigeni adalah cara atau doa ketika menghadapi orang marah.

Cara mengerjakannya adalah sebaiknya dimulai pada hari weton atau tanggal lahir. Minimal selama tiga hari namun dapat disesuaikan dengan hajat atau keinginan yang ingin dicapai. Semakin tinggi harapan, maka pati geni dilaksanakan lebih lama.

Dimulai dengan makan sahur sambil membaca niat berpuasa, pada dinihari di hari kelahiran (ulang tahun), kemudian laksanakan puasa dengan laku tidak makan dan minum serta menghindari munculnya hawa nafsu dalam diri kita.

Berikut adalah bacaan niat doa puasa pati geni dalam bahasa Jawa. Karena memang asalnya dari Jawa maka pengucapan niatnya juga harus dengan bahasa Jawa.

Niat ingsun patigeni
Asirep rapet maring geni lan sinar
Aku bali maring pepeteng
Kadyo purwaning dumadi mring alam luwung
Sajroning guwo garbaning sang ibu
Sedulur papat limo pancer
Tumekaning sang jabang bayine
kakang kawah adi ari-ari,
kiblat papat limo pancer
Nyawiji mring ngarsane Gusti
Niatku patigeni

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka kira-kira artinya adalah sebagai berikut.

Niat saya adalah untuk patigeni
Asap diikuti oleh api dan cahaya
Saya kembali ke kegelapan
Radio buatan sendiri lebih alami
Di rumah ibu
Empat saudara ketagihan
Bayi perempuan itu mendongak
saudara kawah saudara,
empat perempat dari lima pancake
Bersatu di hadapan Tuhan
Niat saya adalah untuk patigeni

Manfaat Serta Khasiat Puasa Pati Geni

Bila sukses mengerjakan puasa pati geni diharapkan agar seorang manusia bisa terbebas dari salah satu sifat bawaan tersebut. Sehingga dengan kata lain, bila ada lawan jenis yang terang-terangan menggoda untuk berbuat maksiat maka kita bisa menghindarinya.

Selain itu, banyak sekali khasiat dari pati geni tergantung niat kita untuk mengamalkannya. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kewibawaan, kharisma dan juga pesona sehingga banyak lawan jenis yang terpikat.

Puasa pati geni juga konon bisa menjadi petunjuk dari Allah SWT bagi yang meminta petunjuk soal jodoh, pasangan, suami istri, pekerjaan, pendidikan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan manusia di muka bumi.

Pantangan dan Larangan Puasa Pati Geni

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pantangan melakukan lelaku puasa pati geni adalah tidak boleh makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa (sama seperti macam macam puasa pada umumnya).

Dan tidak boleh sedikitpun mengumbar hawa nafsu, menunjukkannya atau bahkan jika hanya berpikir tentang hal-hal jorok dan maksiat sedikit pun akan membuat pati geni yang kita amalkan menjadi batal dan tidak berguna.

Baca:

  1. Untuk membuat judul komentar, gunakan <i rel="h2">Judul Komentar</i>
  2. Untuk membuat kotak catatan, <i rel="quote">catatan</i>
  3. Untuk membuat teks stabilo, <i rel="mark">mark</i>
  4. Untuk membuat teks mono, <i rel="kbd">kbd</i>
  5. Untuk membuat kode singkat, <i rel="code">shorcode</i>
  6. Untuk membuat kode panjang, <i rel="pre"><i rel="code">potongan kode</i></i>
  7. Untuk membuat teks tebal, <strong>tebal</strong> atau <b>tebal</b>
  8. Untuk membuat teks miring, <em>miring</em> atau <i>miring</i>