Niat Tata Cara Puasa Tasua dan Asyura (9 & 10 Muharram)

Konten []
    Abiabiz.com - Niat tata cara puasa tasua dan asyura. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa bulan muharram merupakan bulan yang sangat sempurna untuk berpuasa guna mengumpulkan pahala dari berbagai macam amal kebaikan.

    puasa tasua dan asyura

    Mengapa bisa demikian? Karena pada dasarnya di bulan pertama pada penanggalan Hijriyah ini telah terjadi berbagai macam peristiwa bersejarah dalam dunia Islam, bahkan telah dimulai sejak zaman Nabi Adam AS pertama kali turun ke bumi.

    Peristiwa tersebut adalah saat di mana Nabi Adam AS meminta maaf dan bertaubat kepada Allah SWT untuk pertama kalinya setelah turun ke bumi akibat dihukum gara-gara memakan buah khuldi yang ad di surga.

    Selain itu di bulan yang suci ini juga terjadi peristiwa tenggelamnya pasukan Fir'aun di laut merah saat sedang dalam misi memburu Nabi Musa AS. Saat Fir'aun dan pasukannya berada di tengah laut yang terbelah, Allah SWT merapatkan kembali laut tersebut yang menyebabkan Fir'aun dan bala tentaranya tewas tenggelam.

    Kedua peristiwa tersebut tepat terjadi pada tanggal 10 Muharram. Maka dari itu, berpuasa pada tanggal 10 di bulan muharram dan satu hari sebelumnya merupakan anjuran yang sangat diutamakan sebagaimna yang telah diriwayatkan oleh hadits shahih.

    تصريح بأنه أفضل الشهور للصوم

    Artinya :
    "Hadis ini menegaskan bahwa Muharam adalah bulan yang paling utama untuk puasa." (Syarh Shahih Muslim, 8/55).

    Berdasarkan hadits shahih dari Imam Muslim tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa mengerjakan puasa sunnah di bulan Muharram adalah hal yang sangat baik, karena bulan tersebut merupakan bulan yang paling utama untuk berpuasa.

    Bagiamana cara menjalankan puasa tasua dan asyura? Kapan waktu melaksanakannya, berapa hari, tanggal berapa, bagaimana tata cara, panduan atau tuntunan melaksanakna puasa tasua dan asyura yang penuh faedah ini? Silahkan disimak artikelnya di bawah ini.

    Bacaan Doa Niat Puasa Tasua dan Asyura

    Pertama adalah bacaan niat puasa tasua dan asyura maupun niat puasa gabungan yang bisa dibaca pada saat hari pertama berpuasa. Niat adalah inti dari sebuah ibadah maka dari itu, jika membaca niat dengan sungguh-sungguh niscaya Allah SWT akan melimpahkan berjuta kebaikan dan berkah.

    Puasa tasua dilaksanakan pada tanggal 9 dan puasa asyura dilakukan pada tanggal 10 muharram. Pembacaan niat dilakukan sehari sebelumnya hingga dinihari sebelum masuk waktu imsak. Jika ditanya, kapan waktu paling mustajab untuk membaca niat puasa tasua dan asyura?

    Jawabannya adalah, ini sebenarnya sama seperti kasus yang sering ditanya pada puasa sunnah, kapan waktu terbaik untuk membaca niat puasa? Sebenarnya tidak ada waktu terbaik karena semua waktu yang diperbolehkan merupakan waktu paling baik.

    Maka dari itu kita boleh membaca doa niat puasa tasua dan asyura sejak selesai sholat isya, sebelum tidur maupun saat makan sahur. Namun jika takut tidak bangun ketika sahur, maka niat puasa sebaiknya dibaca maksimal sebelum tidur saat tengah mengantuk.

    1. Niat Puasa Tasua 9 Muharram

    niat puasa tasua

    Berikut adalah teks, lafadz, bacaan doa niat puasa tasua pada tanggal 9 muharram di kalender hijriyah. Niat puasa tasua tulisan Arab, latin dan terjemahan Indonesia.

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.

    Artinya :
    "Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT."

    2. Niat Puasa Asyura 10 Muharram

    niat puasa asyura

    Puasa tasua dikerjakan pada tanggal 10 muharram maka dari itu membaca niatnya dilaksanakan pada tanggal 9 malam hari maupun tanggal 10 dinihari. Berikut adalah bacaan doa kalimat niat puasa asyura bahasa Arab, tulisan latin dan artinya.

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala.

    Artinya :
    "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

    3. Niat Puasa Gabungan Tasua dan Asyura

    Puasa tasua dan asyura juga dapat dikerjakan secara bersamaan dengan satu kali membaca niat, yakni niat puasa tasua dan asyura gabungan. Berikut adalah teks lafadz niat puasa tasua dan asyura gabungan sesuai sunnah yang shahih.

    نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a awil asyura lillahi ta‘ala.

    Artinya :
    "Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."

    Tata Cara Melaksanakan Puasa Tasua dan Asyura

    Secara garis besar, puasa tasua dan asyura, begitu pula dengan macam macam puasa wajib dan sunnah lainnya, ibadah puasa memiliki 4 hal pokok yang perlu dikerjakan. Empat hal tersebut adalah:
    • Membaca niat puasa tasua atau asyura seperti disebutkan sebelumnya.
    • Bangun tidur dan laksanakanlah makan sahur karena memiliki keistimewaan yang luar biasa.
    • Berpuasa dengan tidak makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa.
    • Berbuka dengan segera, kalau bisa dengan yang  manis-manis dan tidak berlebihan.

    Hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa antara lain melakukan perbuatan maksiat atau jahat melalui berbagai macam indera manusia, yakni penglihatan, pendengaran, penciuman dan perbuatan. Maka dari itu kita harus menjaga emosi dan hawa nafsu.

    Beberapa perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasa adalah berhubungan suami istri di siang hari (harus dibayar dengan puasa kafarat), keluar dari agama Islam, hilang akal sehat atau gila, keluar air mani disengaja, haid dan nifas.

    Selain itu, hal yang tidak boleh dilakukan adalah tidak menjaga pandangan dan tertarik secara seksual ke lawan jenis, mendengarkan pembicaraan orang lain tanpa izin, membicarakan keburukan orang lain di belakang, tidak menepati janji, tidak menunaikan sholat wajib dan masih banyak lagi.

    Intinya adalah ketika berpuasa, sebaiknya kita memperbanyak dzikir, mengaji atau membaca Al-Quran supaya waktu kita tidak terbuang sia-sia untuk melaksanakan perbuatan yang mungkin saja bisa menjadi pemicu perbuatan tercela.

    Kesimpulan

    Sekian artikel pembahasan tentang niat puasa tasua dan asyura. kapan, jatuh pada tanggal, puasa tasu'a dan 'asyura. puasa asyura dilaksanakan pada tanggal, dan masih banyak lagi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membaca. Amin.

    Baca :
    Show comments
    Hide comments