Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Daftar Hadits Tentang Berserah Diri Kepada Allah

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang berserah diri kepada Allah. Berdoa kepada Allah SWT adalah kewajiban, namun jangan pernah memasakan kehendak bahwa doa kita harus dikabulkan. Pasalnya, Allah SWT memiliki rencana-Nya sendiri.

hadits tentang berserah diri kepada allah

Boleh saja kita menginginkan A, namun Allah SWT tahu bahwa kita akan lebih baik dengan B, maka Allah SWT akan memberi kita B. Kadang, manusia lupa bersyukur dan tidak tahu bahwa pilihan Allah SWT adalah yang terbaik.

Yang perlu kita lakukan adalah berserah diri kepada Allah SWT atau disebut tawakal dalam agama Islam. Dengan berserah, kita akan menjadi lebih tenang menerima apapun keputusan Allah SWT dan tentu saja akan mensyukurinya.

Di kesempatan ini kami ingin membagikan beberapa daftar kumpulan hadits dan dalil shahih tentang berserah diri kepada Allah SWT. Hadits ini diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, sahabat nabi, dan tokoh muslim, silahkan disimak.

Kumpulan Hadits Mengenai Berserah Diri kepada Allah SWT

Daftar kumpulan hadits shahih mengenai pentingnya berserah diri kepada Allah SWT ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia bisa langsung dilihat di bawah berikut ini.

1. Mencukupi Semua Urusan

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [Ath-Thalaq/65 : 3]

Yaitu yang mencukupinya, Ar-Robi’ bin Khutsaim berkata : Dari segala sesuatu yang menyempitkan (menyusahkan) manusia. [Hadits Riwayat Bukhari bab Tawakal 11/311]

Maksudnya ; Cukuplah Allah bagi kamu, dan cukuplah bagimu orang-orang yang beriman mengikutimu (Tafsir Ath-Thabari 10/37), maka kalian semua tak akan membutuhkan seseorang jika kalian bersama Allah, ini adalah pendapat dari Abu Shaleh Ibnu Abbas, dan juga berpendapat Ibnu Zaid, Muqatil (Zaad Al-Masir 3/556). Asy-Sya’bi (Tafsir Ath-Thabari 10/37) dan lain-lainnya, dan Ibnu Katsir tak menyebutkan selain pendapat ini (Tafsir Ibnu Katsir 4/30) Ada juga yang mengatakan bahwa artinya adalah : cukuplah bagimu Allah, dan cukuplah bagimu orang-orang yang beriman, yaitu pendapat yang diriwayatkan dari Al-Hasan dan diikuti oleh An-Nuhas. [Tafsir Al-Qurthubi 8/43]

Ibnu Al-Jauzy berkata : Bahwa yang benar adalah pendapat yang pertama (Zaad Al-Masir 3/256), hal itu berdasar pada petunjuk bukti kajian bahwa sesungguhnya yang bisa memberi kecukupan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. [Adlwa’u Al-Bayan]

2. Ganjaran Tawakal

Ibnu Al-Qayyim berkata : Perhatikanlah ganjaran-ganjaran yang akan diterima oleh orang yang bertawakal yang mana ganjaran itu tak diberikan kepada orang lain selain yang bertawakal kepada-Nya, ini membuktikan bahwa tawakal adalah jalan terbaik untuk menuju ketempat di sisinya dan perbuatan yang amat dicintai Allah. [Madarijus Salikin 2/128]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata. ” Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Jika seseorang keluar dari rumah, maka ia akan disertakan oleh dua orang malaikat yang selalu menemaninya. Jika orang itu berkata Bismillah (dengan menyebut nama Allah), kedua malaikat itu berkata : Allah telah memberimu petunjuk, jika orang itu berkata : Tiada daya dan upaya dan kekuatan kecuali kepada Allah, kedua malaikat itu berkata : Engkau telah dilindungi dan dijaga, dan jika orang itu berkata : Aku bertawakal kepada Allah, kedua malaikat itu berkata : Engkau telah mendapatkan kecukupan”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam bab Zuhud yang disanadkan kepada Amru bin ‘Ash yang mengangkat hadits ini kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : ‘Sesungguhnya di dalam hati anak Adam terdapat celah-celah, dan barangsiapa yang mengabaikan Allah pada setiap celah di dalam hatinya maka ia akan binasa, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi celah-celah yang ada dalam hatinya itu”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah bab Zuhud : 4166 (2/1395) di dalam Az-Zawaid dikatakan bahwa hadist ini lemah sanadnya, dan di dalam Al-Mizan dikatakan bahwa hadits ini tertolak]

3. Keutamaan Berserah

Ibnu Al-Qayyim berkata : Ini begitu juga dengan pendapat sebagian orang adalah suatu kesalahan yang nyata, tidak boleh mengartikan ayat ini seperti ini (pendapat kedua), dan bahwa sesungguhnya yang bisa memberi kecukupan hanyalah Allah semata, begitu juga dengan tawakal, taqwa dan penyembahan hanyalah kepada Allah, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam Al-Qur’an.

Maka yang mencukupi berarti Dia pula yang melindungi, di sini Allah mengabarkan bahwa hanya Dia seoranglah yang memberi perlindungan kepada hamba-Nya, sekali lagi bagaimana mungkin Allah menjadikan hambanya para pengikut Nabi bersama Allah sebagaimana yang memberi kecukupan ?!, dalil-dalil yang membuktikan kesesatan penafsiran yang merusak ini lebih banyak lagi untuk disebutkan. [Zaad Al-Ma’ad 1/36-37]

Kesimpulan
Singkat saja, itulah hadits nabi tentang berserah diri kepada allah, hadits tentang tawakal, berserah diri kepada allah adalah pengertian dari, barangsiapa yang bertawakal kepada allah niscaya allah akan, dalil tawakal dan ikhtiar, ayat berserah diri kepada allah, cara berserah diri kepada allah, doa berserah diri kepada allah, tawakal adalah.

Baca: