Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Daftar Hadits Tentang Ekonomi Islam dan Artinya

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang ekonomi. Kita hidup di zaman semua urusan memenuhi kebutuhan hidup diatur dalam sistem ekonomi yang terpusat, mulai dari tingkat kecamatan, provinsi, hingga kabupaten dan negara, bahkan dunia.

hadits tentang ekonomi

Aturan ekonomi, mekanisme pasar, dan segala yang berhubungan dengan uang harus kita turuti sesuai peraturan pemerintah. Sehingga tidak dianggap ilegal yang membuat perputaran uang yang terjadi pada diri kita tidak sah.

Ekonomi berkaitan dengan banyak hal, mulai dari jual beli, investasi, perdagangan, pertukaran mata uang, perbankan, dan masih banyak lagi. Dalam Islam ada istilah ekonomi syariah yang didasarkan pada syariat agama Islam.

Lalu bagaimana sih pandangan Islam terhadap ekonomi konvensional? Sebenarnya ini telah banyak dijelaskan dalam hadits dan dalil shahih yang bisa ditemukan pada berbagai buku. Di sini, kami akan merangkumnya untuk Anda mengenai hadits tentang ekonomi.

Daftar Hadits Tentang Ekonomi

Tanpa bicara ini itu lagi, berikut langsung saja silahkan simak kumpulan daftar hadits dan dalil shahih tentang ekonomi yang ditulis dalam bacaan lafadz bahasa Arab, latin, beserta artinya atau terjemahan bahasa Indonesia.

1. Mekanisme Pasar

عَنْ أَبِى قَتَادَةَ الأَنْصَارِىِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَا للَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقُولُ : إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِى الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ )رَوَاهُ مُسْلِمٌ)[1]

Artinya: Dari Qotadah al-Anshori RA bahwa ia mendengar Rasul SAW bersabda: “Hindari banyak bersumpah dalam berbisnis (jual beli), karena sesungguhnya yang demikian itu bisa laku
 .(terjual kemudian terhapus (keberkahannya)” (HR. Muslim

وَعَنْ اَبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَنْ رَسُولِا للَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
 إذَا تَبَايَعَ الرَّجُلَانِ، فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالْخِيَارِ مَالَمْ يَتَفَرَّقَا وَكَانَا جَمِيعًا، أَوْ يُخَيِّرُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ، فَإِنْخَيَّرَ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ فَتَبَايَعَا عَلَى ذَلِكَ فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعُ، وَإِنْ تَفَرَّقَا بَعْدَ أَنْ تَبَايَعَا وَلَمْ يَتْرُكْ وَاحِدٌ مِنْهُمَا الْبَيْعَ فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعُ )رَوَاهُ الْبُخَاِرى)[2]

 Artinya:“Dan di ceritakan dari Ibn Umar RA, dari Rasulullah SAW bersabda: “jika ada dua orang yang saling berakad jual beli, masing-masing mereka mempunyai khiyar (hak memilih) selagi belum berpisah semuanya. Atau salah satu dari keduanya memilih yang lainnya, apabila salah satu dari keduanya memilihnya maka keduanya telah melakukan jual beli dan hukum jua belinya adalah wajib. Dan jika keduanya berpisah setelah terjadi akad jual beli dan masing masing tidak meninggalkan untuk membatalkannya, maka jual beli itu hukumnya wajib” (HR al-Bukhari).

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ نُهِىَ عَنْ بَيْعَ تَيْنِالْمُلاَمَسَةِ وَالْمُنَابَذَةِ. أَمَّا الْمُلاَمَسَةُ فَأَنْ يَلْمِسَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا ثَوْبَ صَاحِبِهِ بِغَيْرِ تَأَمُّلٍ وَالْمُنَابَذَةُ أَنْ يَنْبِذَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا ثَوْبَهُ إِلَى الآخَرِ وَلَمْ يَنْظُرْوَ احِدٌ مِنْهُمَا إِلَى ثَوْبِ صَاحِبِهِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)[3]

Artinya: Dari Abu Khurairah RA bahwa Rasul SAW melarang dua jual beli: mulamasah dan munabadzah. Mulamasah adalah salah satu dari keduanya memegang baju temannya dengan tanpa merenungkan (berfikir). Dan Munabadzah adalah salah satu dari keduanya (pembeli) melempar pakaian pada yang lain dan tidak melihat pada baju temannya (HR. Muslim).

2. Ekonomi dalam Islam

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: لاَ يَبِعُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلاَ يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ إِلاَّ أَنْ يَأْذَنَلَهُ )رَوَاهُ مُسْلِمٌ([4]

Artinya: Dari Ibnu Umar dariNabi SAWbersabda: Seseorang tidak boleh membeli atas pembelian saudaranya dan tidak boleh melamar atas lamaran saudaranya kecuali mendapat izin darinya (HR Muslim).

عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِى اللَّهُ اَنَّ رَسُوْلُا للَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَايَبِعُ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ )رَوَاهُ مُسْلِمٌ([5]

Artinya: Dari Ibnu Umar RA sesungguhnya Rosulullah SAW bersabdasebagian kalian tidak boleh membeli atas pembelian sebagian yang lainnya (HR Muslim).

Kesimpulan
Singkat saja, demikian ulasan mengenai hadits tentang ekonomi, hadis berkaitan ekonomi, hadits tentang ekonomi islam pdf, hadits tentang jual beli, hadits tentang riba, pendapat ulama tentang ekonomi islam, ayat tentang ekonomi dan tafsirnya.

Baca:

Posting Komentar untuk "Daftar Hadits Tentang Ekonomi Islam dan Artinya"