Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kumpulan Hadits Tentang Karma dalam Islam

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang karma. Ada istilah karma yang kita kenal di dunia ini. Sebenarnya istilah ini merupakan istilah yang berasal dari agama Budha. Karma merupakan peristiwa yang terjadi pada kita mirip dengan peristiwa yang pernah kita lakukan.

hadits tentang karma

Maksudnya seperti ini, jika kita pernah menyakiti hati orang, di suatu saat mungkin ada orang yang juga akan menyakiti hati kita. Sebaliknya, jika kita kerap berbuat baik kepada orang lain, di suatu ketika kita akan mendapat karma kebaikan dari apa yang kita perbuat.

Namun sebenarnya dalam agama Islam tidak mengenal istilah karma. Karena, pada dasarnya Allah SWT memiliki cara-Nya tersendiri untuk memberikan apa yang sesuai dengan apa yang kita perbuat. Bisa lebih rendah, sama, atau bahkan lebih tinggi.

Hal tersebut sebenarnya banyak ditemukan di dalam hadits dan dalil shahih. Blia Anda belum mengetahuinya, Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan yang akan kami tulis di bawah ini.

Daftar Hadits Tentang Karma

Langsung saja tanpa banyak basa basi kembali, berikut adalah beberapa daftar hadits dan dalil shahih tentang hukum karma atau ada tidaknya karma dalam agama Islam. Simak dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

1. Hukum Karma

Dalam Al-Muasu’ah Al-Muyassarah dijelaskan,

الكارما – عند الهندوس – : قانون الجزاء ، أي أن نظام الكون إلهي قائم على العدل المحض، هذا العدل الذي سيقع لا محالة إما في الحياة الحاضرة أو في الحياة القادمة ، وجزاء حياةٍ يكون في حياة أخرى ، والأرض هي دار الابتلاء كما أنها دار الجزاء والثواب

“Karma menurut ajaran hindus adalah “hukum  balasan” yaitu aturan ilahi yang berdasarkan keadilan murni. Keadilan ini terjadi bisa jadi pada kehidupan saat ini atau di kehidupan yang akan datang. Balasan keihdupan ini akan terjadi pada kehidupan selanjutnya. Bumi adalah tempat ujian sebagaimana juga sebagai tempat balasan kebaikan dan keburukan.”

2. Pandangan Islam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya padanya tentang sesuatu, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.”

Kesimpulan
Demikian sekilas pembahasan mengenai hadits shahih tentang karma, di islam tidak ada karma tapi, apakah karma cinta itu ada, hukum karma dalam agama buddha, kifarah dalam islam, apakah karma itu ada, karma dalam islam.

Baca: