Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kumpulan Hadits Tentang Janji Adalah Hutang

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang janji adalah hutang. Setiap janji yang kita ucapkan kepada orang lain haruslah ditepati. Ini ibarat hutang yang bisa saja menjadi dosa bila kita tidak memenuhinya atau mengabaikannya.

hadits tentang janji adalah hutang

Allah SWT pun menjelaskan di dalam Al-Quran, barang siapa mengingkari janji akan mendapat dosa selama hidup di dunia. Lalu, barang siapa tidak membayar hutang, termasuk janji itu sendiri, juga merupakan orang tercela.

Begitu pula dengan Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa janji adalah hutang yang harus dibayar dan dilunasi. Baik janji kepada teman, sahabat, rekan kerja, bisnis, usaha, keluarga, kerabat, serta diri sendiri.

Di sini kami akan membagikan daftar kumpulan hadits dan dalil shahih tentang janji merupakan hutang. Anda bisa langsung menyimak ulasannya yang ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia di bawah ini.

Daftar Hadits Tentang Janji Merupakan Hutang

Langsung saja simak ulasan tentang kumpulan daftar hadits dan dalil shahih Nabi Muhammad SAW tentang janji adalah hutang yang harus ditepati dan dibayar, dalam bacaan lafadz Arab, latin, beserta artinya lengkap.

1. Janji Harus Ditepati

آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu ada tiga, (1) jika berbicara berdusta; (2) jika berjanji maka tidak menepati; dan (3) jika diberi amanah, dia berkhianat.” (HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59)

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Terdapat empat perkara yang jika semuanya ada pada diri seseorang, maka jadilah dia orang munafik tulen (maksudnya, akan mengantarkan kepada nifak akbar, pen.). Dan jika ada pada dirinya salah satunya, maka dia memiliki sifat kemunafikan, sampai dia meninggalkannya, (yaitu): (1) jika berbicara, dia berdusta; (2) jika membuat perjanjian, dia melanggarnya; (3) jika membuat janji (untuk berbuat baik kepada orang lain, pen.), dia menyelisihi janjinya; dan (4) jika bertengkar (berdebat), dia melampaui batas.” (HR. Bukhari no. 34 dan Muslim no. 59, lafadz hadits ini milik Bukhari)

2. Kewajiban Menepati Janji

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ 

Tanda-tanda orang munafik ada tiga; kalau berbicara dia berdusta, kalau berjanji dia ingkar, dan kalau diberi amanah (kepercayaan) dia berkhianat.

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ وَعَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الْعِدَةُ دَيْنٌ

Dari ‘Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu dan ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhuma, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janji adalah utang.”

Kesimpulan

Demikian cuplikan ulasan singkat mengenai hadits tentang janji adalah hutang, hadits tentang menepati janji, hadits tentang hutang, janji adalah hutang bahasa arabnya, cara membatalkan janji menurut islam, hadits tentang hutang yang tidak dibayar, janji ibarat hutang.

Baca: