Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Dunia Sementara

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang keutamaan dunia. Menjadi seorang muslim kita mengenal ada dua dunia yang akan kita jalani, yakni dunia di muka bumi dan dunia di akhirat. Untuk yang kedua merupakan dunia di mana kita akan hidup kekal abadi.

hadits tentang keutamaan dunia

Banyak yang menyebutkan keutamaan hidup di akhirat ketimbang di dunia. Memang benar demikian, namun ingat bahwa apa yang kita peroleh di akhirat kelak merupakan hasil dari apa yang kita perbuat di muka bumi.

Sehingga, mengesampingkan kehidupan dunia bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Di sini, kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai hadits dan dalil shahih tentang keutamaan dunia, sebab Nabi Muhammad SAW telah mengingatkannya kepada kita.

Bahwasannya selama hidup di dunia kita harus mengutamakan banyak ibadah, seperti sholat da puasa. Lagsug saja tanpa banyak basa basi kembali, silahkan simak ulasan lengkap mengenai daftar kumpulan hadits dan dalil tentang keutamaan dunia berikut ini.

Daftar Hadits Tentang Keutamaan di Dunia

Simak langsung pembahasan mengenai hadits Nabi Muhammad atau Rasulullah SAW tentang keutamaan yang ada di dunia dalam bahasa Arab, terjemahan Indonesia, dan latinnya sesuai sunnah. Berikut hadits-haditsnya lengkap.

1. Keutamaan Cinta Akhirat di Dunia

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“

Salah seorang ulama salaf berkata, “Barangsiapa yang mencintai dunia (secara berlebihan) maka hendaknya dia mempersiapkan dirinya untuk menanggung berbagai macam musibah (penderitaan)“

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan): Kekalutan (pikiran) yang selalu menyertainya, kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan yang tiada berakhir.

2. Mengejar Dunia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang berisi) harta (emas) maka dia pasti (berambisi) mencari lembah harta yang ketiga“

Kekayaan yang hakiki adalah kekakayaan dalam hati/jiwa. Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (dalam) jiwa“

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah Ta’ala berikan kepadanya”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kalian lebih banyak berpuasa, (mengerjakan) shalat, dan lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) dibandingkan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi mereka lebih baik (lebih utama di sisi Allah Ta’ala) daripada kalian”. Ada yang bertanya: Kenapa (bisa demikian), wahai Abu Abdirrahman? Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Karena mereka lebih zuhud dalam (kehidupan) dunia dan lebih cinta kepada akhirat”

Kesimpulan

Demikian cuplikan ulasan singkat mengenai hadits tentang keutamaan dunia, hadits tentang dunia dan akhirat, hadits tentang dunia sementara, hadits tentang kehidupan dunia, hadits tentang kebahagiaan, nikmat dunia hanya sementara, ayat al qur an dunia hanya sementara.

Baca: