Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Cinta Bidadari Surga Bermata Jeli dan Pemuda

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Kisah cinta bidadari surga. Bidadari memiliki hati yang lembut, cerdas, dan penyayang. Hal tersebut tertuang dalam berbagai hadist shahih dan itu membuktikan bahwa bidadari surga memiliki perasaan di dalam hatinya.

kisah cinta bidadari surga

Perasaan yang dimiliki seorang bidadari surga tentu termasuk cinta. Bidadari surga sangat mencintai orang yang alim, taat, dan senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Mereka tak memandang fisik, mereka melihat bagaimana hati kita menganggap Allah SWT.

Di bawah ini kami memiliki satu kisah cinta yang menceritakan tentang seorang pemuda alim yang bertemu dengan bidadari surga cantik. Kisah ini semoga menginspirasi dan membuat kita semakin bertawakal keapda Allah SWT.

Kisah Cinta Bidadari Surga

Dalam peristiwa Islam tercatat, tersedia sosok yang terlampau pemberani di dalam memerangi kaum kafir. 

Dia adalah Abu Qudamah, pria yang disebut terlampau mencintai jihad dan dikenal luas oleh umat muslim.

Suatu ketika, dikisahkan Abu Qudamah sedang berada di masjid. 

Di sana, Abu Qudamah memperoleh banyak pertanyaan berkenaan jihad. 

Dengan penuh semangat, Abu Qudamah pun menceritakan pengalamannya selagi berjihad di medan perang.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah bercerita, selagi menceritakan pengalamannya di hadapan umat muslim, Abu Qudamah selagi itu mengemukakan jika kisahnya yang paling menakjubkan adalah saat melihat seorang pemuda yang bersua dengan bidadari di medan perang.

"Suatu saat tersedia perempuan yang mengetuk pintu rumah Abu Qudamah hingga sebagian kali, hingga kelanjutannya dibukakan lah pintu itu," kata Ustaz Basalamah.

Saat terhubung pintunya, ia melihat seorang perempuan bercadar. 

Perempuan itu mengemukakan kepada Abu Qudamah jika ia hendak menyumbangkan rambutnya yang panjang dan kuat menjadi tali kekang kudanya selagi berperang.

Singkat cerita, rambut pemberian perempuan itu pun diterima oleh Abu Qudamah. 

Lalu, perempuan itu pun ulang mengemukakan jika ia hendak mengirimkan anaknya untuk ke medan perang dengan Abu Qudamah melawan kafir.

Saat Abu Qudamah dapat bergabung dengan pasukan muslim dan jalankan peperangan, datanglah seorang pemuda yang terlampau tampan, tinggi, gagah, dan putih sedang menunggangi kuda. 

Ternyata dia adalah anak perempuan yang sebelumnya memberi tambahan rambutnya kepada Abu Qudamah.

Melihat usianya yang terlampau muda, Abu Qudamah lantas berharap supaya pemuda itu berada di bagian pasukan paling belakang. 

Namun tak disangka, selagi perang bergejolak, pemuda itu tiba-tiba saja udah tersedia di barisan paling depan.

Melihat itu, Abu Qudamah pun berharap supaya pemuda selanjutnya mundur. 

Dengan tegas pemuda itu menolak dan bicara jika cocok dengan firman Allah SWT, maka seorang muslim tak boleh mundur selagi bersua dengan kaum kafir.

Hingga hingga kelanjutannya saatnya istirahat di siang hari, Abu Qudamah mencari keberadaan pemuda itu. 

Dilihatnya, pemuda itu dengan semangat menyiapkan makanan para mujahidin terhitung rumput untuk kuda-kuda yang diajak berperang.

Usai beristirahat, pasukan pun ulang menyerang musuh. 

Lagi-lagi, Abu Qudamah melihat pemuda tampan itu berada di barisan paling depan. 

Dia ulang berharap pemuda itu mundur, namun lagi-lagi permohonan Abu Qudamah tidak diterima dengan jawaban yang sama.

Peperangan pun ulang dihentikan selagi malam hari. 

Saat itu, seluruh pasukan berisitirahat. 

Abu Qudamah pun ulang mencari keberadaan pemuda tampan tersebut. 

Hingga kelanjutannya pemuda itu ditemukan sedang tidur dengan senyum yang lebar di sebuah perkemahan.

Ketika senyumnya merasa sedikit menghilang, maka Abu Qudamah membangunkan pemuda itu dan bertanya apa mimpi yang membuatnya hingga tersenyum begitu lebar. 

Lalu pemuda itu menjawab jika ia baru saja bermimpi masuk surga dan bersua dengan perempuan yang terlampau terlampau cantik.

Dengan antusias pemuda itu bercerita kepada Abu Qudamah jika ia dapat bersua dengan perempuan cantik di dalam mimpinya itu keesokan harinya. 

Abu Qudamah merasa terlampau tersentuh dengan keteguhan hati pemuda selanjutnya yang begitu nikmati sistem jihad.

Keesokan harinya, perang ulang di mulai dan dimenangkan oleh umat muslimin. 

Abu Qudamah selagi itu ulang mencari keberadaan pemuda tampan itu lagi. 

Ditemukanlah pemuda itu tergeletak dengan darah dan luka yang luar biasa dengan dengan jenazah dan tubuh muslimin yang gugur.

Maka pemuda yang penuh dengan luka dan darah itu memanggil Abu Qudamah. 

Dia berharap supaya Abu Qudamah mengemukakan pesannya untuk sang ibunda. 

Dia dambakan Abu Qudamah mengemukakan pesan bahwa anak berasal dari ibunya selanjutnya udah mati sahid.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pemuda tampan itu terhitung mengemukakan jika perempuan cantik berasal dari surga yang ia temui di dalam mimpi selagi itu sedang berada disampingnya. 

Perempuan secantik bidadari itu sedang menunggu ia untuk terlihat berasal dari jasadnya. 

Lalu meninggal lah pria tampan selanjutnya di medan perang.

Cintanya pada Islam yang begitu suci, ikut mengantarkan pemuda itu pada janah, taman firdaus yang disiapkan Allah untuk umat-Nya.

"Abu Qudamah kemudian menguburkan pria tersebut," terang Ustadz Basalamah.

Abu Qudamah pun pulang dan langsung mengemukakan kabar selanjutnya kepada sang ibu pemuda tampan itu. 

Kemudian sang ibu mengucapkan rasa syukurnya dengan jalankan sujud syukur. 

Abu Qudamah pun ulang dibuat terpesona dan menangis dapat keteguhan luar biasa berasal dari keluarga tersebut. 

Kesimpulan
Sekian pembahasan mengenai kisah cinta bidadari surga, bidadari surga, bidadari sinetron, bidadari adalah, bidadari dalam islam, bidadari bahasa inggris, bidadari lagu, bidadari film, bidadari tak bersayap chord.

Baca:

Posting Komentar untuk "Kisah Cinta Bidadari Surga Bermata Jeli dan Pemuda"