Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Daftar Hadits Tentang Ketaatan Istri Terhadap Suami

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang istri terhadap suami. Ketika memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria, saat itu pula kewajiban ayah terhadap putrinya gugur. Seorang wanita telah sepenuhnya menjadi tanggung jawab suami.

hadits tentang istri terhadap suami

Makan, nafkah, kesehatan, dan sebagainya dari seorang istri merupakan tanggung jawab suami. Di sisi lain, suami mendapatkan hak untuk memperoleh pelayanan dari istrinya, seperti makan, minum, dan masih banyak lagi.

Dalam agama Islam, seorang istri perlu berbakti kepada suami, mematuhi apa perkataan suami bila tak bertentangan dengan agama Islam, serta menjaga keharmonisan rumah tangga bersama suami. Istri memiliki kewajiban yang begitu banyak terhadap suami.

Di kesempatan ini, kami ingin membagikan daftar kumpulan hadits dan dalil shahih tentang kewajiban atau adab istri terhadap suami. Bagi yang penasaran, silahkan langsung saja simak ulasannya di bawah berikut ini.

Daftar Hadits Tentang Istri Terhadap Suami

Di bawah ini langsung saja tanpa banyak basa basi kembali simak ulasan lengkap mengenai kumpulan daftar hadits dan dalil shahih tentang kewajiban, ketaatan, dan adab istri terhadap suami dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

1. Ketaatan Istri

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا 

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”

Surga bagi dirinya, seperti sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sifat wanita penghuni Surga, 

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’”

2. Adab Istri

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab.

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ.

“Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya karena suamimu (merupakan) Surgamu dan Nerakamu.”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ (فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا) لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya [sehingga (membuat) suaminya murka], maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.”

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّى الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّّهَا حَتَّى تُؤَدِّى حَقَّ زَوْجِهَا وَلَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ

“Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (isteri) tetap tidak boleh menolak.”

3. Kewajiban Istri

Berdasarkan hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

لاَ تَصُمِ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنْ فِيْ بَيْتِهِ وَهُوَ شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ كَسْبِهِ مِنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّ نِصْفَ أَجْرِهِ لَهُ.

“Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnat) sedangkan suaminya ada (tidak safar) kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya dan apabila ia menginfakkan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.”

Kesimpulan
Itu dia sesikid pembahasan mengenai hadits tentang istri terhadap suami, kewajiban suami terhadap istri yang bekerja, kewajiban seorang istri setelah menikah, adab suami terhadap istri, kenapa surga istri ada pada suami, surga seorang suami, surga suami ada pada ibunya, ridho istri rezeki suami.

Baca:

Posting Komentar untuk "Daftar Hadits Tentang Ketaatan Istri Terhadap Suami"