Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Hadits Tentang Orang yang Tidak Mau Mendengarkan Nasehat

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat. Ketika berbuat kesalahan seseorang kadang akan dinasehati oleh orangtua maupun orang yang lebih dewasa. Saat dinasehati, tentu saja kita harus mendengarkan.

hadits tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat

Sebab, mereka memiliki pengalaman lebih banyak dibanding kita, dan mereka tahu apa yang harusnya kita lakukan untuk mendapat hasil terbaik atau menghindari kesalahan. Hal ini namun kadang dilupakan oleh sebagian orang.

Ada saja orang yang merasa dewasa dan tidak mau mendengarkan nasehat orang lain. Ini namanya orang bebal, sifat yang sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Sudah salah, namun tidak mau ketika dibenarkan perbuatannya.

Ada beberapa hadits dan dalil shahih tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa langsung menyimak ulasannya pada pembahasan di bawah berikut ini.

Daftar Hadits Tentang Orang yang Tidak Mau Dinasehati

Tanpa banyak basa basi lagi, berikut adalah kumpulan daftar hadits dan dalil shahih tentang orang yang tidak mau dinasehati, dalam bahasa Arab, latin, dan artinya. Silahkan simak ulasan lengkapnya di pembahasan berikut.

1. Hukum Tidak Mau Dinasehati

Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya; apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya; apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia dengan bacaan yarhamukallah; apabila dia sakit maka jenguklah ia; dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,“Apabila dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat kepadanya.” (Syarh Muslim)

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Tanda orang ikhlas itu adalah apabila diingatkan kesalahannya ia tidak merasa panas hatinya, tidak juga ngeyel. Justru ia mengakui kesalahannya dan mendoakannya, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kesalahanku.” (Siyar Adz-Dzahabi)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,“Maksudnya adalah jika diberi nasehat orang Fajir (banyak dosa) ini tentang perbuatan dan perkataannya, dan dikatakan kepadanya : “Takutlah kepada Allah (atas dosamu), dan tinggalkanlah ucapan dan perbuatanmu, kembalilah kepada kebenaran,” maka ia menahan diri dan enggan untuk menerima dan timbul dari dirinya rasa fanatik dan murka dengan dosanya, maksudnya adalah disebabkan apa yang ia kerjakan dari dosanya.”

2. Menolak Kebaikan Nasehat

“Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya, “Apa itu ya Rasulullah?” Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya; apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya; apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia dengan bacaan yarhamukallah; apabila dia sakit maka jenguklah ia; dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)

“Apabila dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat kepadanya.” (Syarh Muslim)

“Tanda orang ikhlas itu adalah apabila diingatkan kesalahannya ia tidak merasa panas hatinya, tidak juga ngeyel. Justru ia mengakui kesalahannya dan mendoakannya, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kesalahanku.” (Siyar Adz-Dzahabi)

“Maksudnya adalah jika diberi nasehat orang Fajir (banyak dosa) ini tentang perbuatan dan perkataannya, dan dikatakan kepadanya : “Takutlah kepada Allah (atas dosamu), dan tinggalkanlah ucapan dan perbuatanmu, kembalilah kepada kebenaran,” maka ia menahan diri dan enggan untuk menerima dan timbul dari dirinya rasa fanatik dan murka dengan dosanya, maksudnya adalah disebabkan apa yang ia kerjakan dari dosanya.”

Kesimpulan

Demikian cuplikan ulasan singkat mengenai hadits tentang orang yang tidak mau mendengarkan nasehat, hadits tentang nasehat, orang yang tidak mau mendengar nasihat, hadits tentang menyampaikan kebenaran, hadits tentang kebenaran, menolak kebenaran al quran, adab memberi nasihat.

Baca: