Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kumpulan Hadits Tentang Optimis Beserta Artinya

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang optimis. Saat menjalani kehidupan di dunia, kita harus melakukan segala sesuatu dengan optimis. Kita juga tidak boleh berpikir pesimis atau yang buruk-buruk kepada seseorang jika belum terbukti kebenarannya.

hadits tentang optimis

Sikap optimis akan berpengaruh kepada hati kita, bahwa kita akan menjadi seorang yang semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan sikap pesimisme, yang justru membuat kita kurang maksimal mengerjakan sesuatu.

Dalam agama Islam, optimis disebut juga dengan tawakal. Biasanya ini dikaitkan dengan doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT. Kita berikhtiar atau bertawakal, alias percaya kepada-Nya bahwa apa yang akan diberikan Allah SWT adalah yang terbaik untuk kita.

Pada kesempatan ini, kami ingin membagikan beberapa daftar kumpulan hadits shahih tentang optimis. Silahkan simak kumpulan daftar hadits dan dalilnya pada pembahasan bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia berikut.

Daftar Hadits Tentang Optimisme

Berikut langsung saja simak ulasan lengkap mengenai pentingnya memiliki sikap optimisme, tawakal, dan percaya diri dalam menghadapi situasi serta kondisi apapun. Lafadz hadits ditulis dalam bahasa Arab, latin, beserta artinya.

1. Hadits Optimis

قال النبي صلى الله عليه وسلم: لا طيرة وخيرها الفأل. قالوا: وما الفأل يا رسول الله ؟ قال: الكلمة الصالحة يسمعها أحدكم

Artinya:
Nabi Saw. bersabda: “tidak ada thiyarah dan yang terbaik adalah al-fa’l. Para sahabat bertanya, al-Fa’l itu apa wahai Rasul? Rasulullah Saw. bersabda: “kata yang baik yang salah seorang kalian perdengarkan.”

2. Tidak Meramal Nasib

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يتطير من شيء، ولكنه إذا أراد أن يأتي أرضا سأل عن اسمها فإن كان حسنا رؤي ذلك في وجهه. وكان إذا بعث رجلا سأل عن اسمه فإن كان حسن الاسم رئي البشر في وجهه، وإن كان قبيحا رئي ذلك في وجهه

Artinya:
Rasulullah Saw. itu tidak pernah meramal nasib sedikitpun. Tetapi jika ia ingin mendatangi suatu tempat, dia bertanya apa nama tempat itu. Jika nama tempat itu baik, ekspresi (kesenangannya) terlihat di wajahnya. Jika nama tempat itu buruk, eskpresi (ketidaksukaan juga) terlihat di wajahnya (H.R. Ahmad)

3. Kisah Optimis

دعا النبي صلى الله عليه و سلم يوما بناقة فقال من يحلبها فقام رجل فقال أنا،
فقال ما اسمك؟
قال مرة،
قال اقعد،
ثم قام آخر فقال ما اسمك؟
قال جمرة
قال اقعد،
ثم قام رجل فقال ما اسمك؟
قال يعيش قال احلبها

Artinya:
Suatu hari Rasulullah Saw. meminta seseorang untuk memeras susu dari seekor unta. Rasulullah bertanya: “siapa yang memerasnya?”Ada yang menjawab: “Saya wahai Rasulullah.”

Rasulullah bertanya: “namamu?”

Laki-laki itu menjawab: “Murrah (masam)”

Rasulullah menjawab: “duduk saja (kalau begitu).”

Lalu yang lain mengajukan diri. Rasulullah kembali bertanya : « namamu ? »

Rasulullah bertanya: “namamu?”

Laki-laki itu menjawab: “Jamrah (bara api)”

Rasulullah menjawab: “duduk saja (kalau begitu).”

Lalu yang lain mengajukan diri. Rasulullah kembali bertanya : « namamu ? »

Laki-laki ketiga menjawab : « Ya’iisy »

Rasulullah Saw. pun menjawab : “silahkan peras susu unta ini!”

4. Optimis

وَعَنْ اَنَسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَرَجُلٌ اِلَى النَبِيَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: يَارَسُوْلَ اللهِ اَصَبْتُ حَدًافَاَقِمْهُ عَلَيَ وَحَضَرَتِ الصَلاَةُ فَصَلَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمْ فَلَمَا قَضَى الصَلاَةُ قَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنِى اَصَبْتُ حَدًافَاَقِمْ فِى كِتَابِ اللهِ قَالَ: هَلْ حَضَرْتَ مَعَنَاالصَلاَةَ؟ قَالَ: نَعَمْ, قَالَ: قَدْ غُفِرَلَكَ. متفق عليه

Artinya:
Dan dari Anas ra berkata: Seorang datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Saya terkena hukuman Hadd, maka laksanakanlah atas diriku.” Ketika itu bertepatan dengan waktu shalat, maka ia shalat bersama Rasulullah. Dan sesudah selesai shalat, ia berkata, “Ya Rasulullah, saya telah terkena Hadd, maka laksanakan atas diriku.” Rasulullah SAW bertanya, “Apakah engkau telah shalat bersama kami?” Jawabnya, “Ya.” Sabda Nabi, “Telah diampuni bagimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Ikhtiar

اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، فَاليَدُ العُلْيَا: هِيَ المُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى: هِيَ السَّائِلَةُ

Artinya:
“Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Tangan diatas yaitu pemberi, sedang tangan dibawah yaitu peminta.” (HR. Bukhari no. 1429 dan Muslim no. 1033)

6. Tawakal

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَ كَّلُوْنَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

Artinya:
“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. At-Tirmidzi)

Kesimpulan
Sekian pembahasan dari daftar lafadz bacaan hadits tentang optimis, hadits tentang tawakal, surat tentang optimis, dalil tawakal, contoh sikap optimis, pengertian ikhtiar, optimis adalah, pengertian optimis dalam islam, konsisten dan menepati janji dalam islam, dalil ikhtiar, semua ikhtiar manusia yang diniatkan.

Baca: