Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Daftar Hadits Tentang Memuliakan Tamu dan Tetangga

Daftar Isi [Tampil]

Abiabiz.com - Hadits tentang memuliakan tamu. Setiap orang tentu memiliki hubungan dengan orang lain, baik sebagai teman, tetangga, keluarga, kerabat, dan lain sebagainya. Dan untuk menyambung tali silaturahmi, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bertamu.

hadits tentang memuliakan tamu

Bertamu ini memiliki beberapa adab. Biasanya untuk tamu, diutamakan membaca doa masuk rumah, menjaga sopan santun, melepas alas kaki, duduk ketika dipersilahkan, dan jangan menyinggung perasaan ketika berbicara.

Sementara untuk pemilik rumah, salah satu adab yang paling penting dilakukan adalah memuliakan tamu. Ini caranya ada sangat banyak, di antaranya menyediakan makanan dan minuman, menyilahkan masuk dan duduk, dan sebagainya.

Banyak sekali yang mungkin belum kita ketahui tentang memuliakan tamu, padahal Nabi Muhammad SAW telah banyak menjelaskan perihal ini. Maka dari itu pada kesempatan ini kami ingin membagikan kumpulan daftar hadits dan dalil shahih tentang memuliakan tamu.

Daftar Hadits Tentang Memuliakan Tamu

Langsung saja Anda bisa menyimak ulasan lengkap mengenai daftar kumpulan bacaan lafadz hadits tentang memuliakan tamu. Hadits berikut ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia yang benar sesuai sunnah.

1. Tamu yang Dimuliakan

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

WA MAN KAANA YU’MINU BILLAAHI WAL YAUMIL AAKHIRI

"Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir" (HR. Bukhari dan Muslim)

فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

FALYUKRIM DHOIFAHU

"Hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا,وَلاَ يَأْكُلُ طَعَامَك َإِلاَّ تَقِيٌّ

“Janganlah engkau berteman melainkan dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu melainkan orang yang bertakwa!” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Memuliakan Tamu dan Tetangga

مَرْحَبًا بِالْوَفْدِ الَّذِينَ جَاءُوا غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى

“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari)

مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيْرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad)

الضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيَْلَةٌ وَلاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُقيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قاَلُوْا يَارَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يُؤْثِمَهُ؟ قَالَ :يُقِيْمُ عِنْدَهُ وَلاَ شَيْئَ لَهُ يقْرِيْهِ بِهِ

“Menjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.” Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana menyakitinya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.”

Kesimpulan

Demikian cuplikan ulasan singkat mengenai hadits tentang memuliakan tamu, hadits memuliakan tetangga, hadits tentang tetangga, hadits tentang tamu membawa rezeki, hadits tentang bertamu, cara memuliakan tamu, akibat tidak memuliakan tetamu.

Baca:

Posting Komentar untuk "Daftar Hadits Tentang Memuliakan Tamu dan Tetangga"